RS Misi Lebak Ceroboh, Pasien Dinyatakan Covid-19, Membuat Keluarga (Alm) Bertanya-tanya
Busernews19.com,Lebak –Meninggalnya seorang pasien di Rumah sakit Misi Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten atas nama H. Nanih Yunaningsih (67th) pada hari Jumat malam Sabtu (05/02/21) sekira pukul 22.30 WIB, yang dinyatakan terjangkit penyakit positif Virus Covid-19 oleh pihak rumah sakit, sehingga membuat keluarga almarhumah bertanya-tanya.
Seperti diungkapkan oleh H. Dade dan beliau adalah salah satu anak dari almarhumah ia mengatakan “meninggalnya ibunda saya yang dinyatakan oleh pihak RS Misi Lebak akibat terjangkit Virus Covid-19”

“Namun setau saya dan keluarga mengenai riwayat hidup penyakit ibunda kami beliau terkena penyakit gula (diabetes) sejak 2008. Tapi dalam satu tahun terakhir berjalan ibunda kami mulai membaik setelah aktif mengkonsumsi ramuan herbal ekstra kunyit, pare, dan sedikit garam” jelasnya.
“Yakni, semenjak ibunda kami dalam proses perawatan pihak keluarga meminta beliau untuk dibawa pulang. Sehingga dari pihak RS Misi mengijinkan tapi bersyarat dengan harus membayar selama tiga hari dirawat sebesar Rp. 10.000,000 (Sepuluh Juta Rupiah), tapi semua itu belum terjadi, kata H. Dade.
Perlu kita ketahui Virus Covid-19 yang dinilai penyakit mematikan ini telah digemparkan hingga ke Negara internasional karena dalam penularannya sangat cepat, namun sangat ironis dan diduga oleh pihak RS Misi seolah-olah menganggap penyakit Virus Covid-19 tersebut hanya penyakit biasa.
Lantaran, pihak rumah sakit memperbolehkan keluarga almarhumah untuk melihat jenazah ibundanya diruang ICU, tanpa diberikan alat pelindung diri (APD) dan hanya cukup memakai masker, serta terlihat kedua perawat RS Misi pun tidak mengenakan APD yang lengkap.
Hal ini juga dikatakan oleh H. Dade “yang anehnya lagi dan membuat saya bersama keluarga semakin bertanya-tanya serta ada kejanggalan di RS Misi, karena ketika diijinkan untuk masuk melihat jenazah ibunda saat itu oleh kedua perawat RS Misi diruang ICU, tapi kedua perawat tersebut tidak mengenakan APD, dan kami pun hanya diminta memakai masker saja.
“Tapi waktu itu saya dan keluarga tidak ingin masuk karena takut tertular. Pada akhirnya kami hanya meminta untuk dibukakan saja pintu ruang ICU nya, agar bisa melihat jenazah ibunda kami dari kejauhan” jelas H. Dade.
Sambung H. Dade “selain alat pelindung diri (APD) yang membuat kami satu keluarga semakin bertanya-tanya pihak RS Misi pun menawarkan kepada kami dua pilihan yaitu “jenazah apakah akan diurus sendiri oleh keluarga atau diurus oleh pihak rumah sakit sampai pemakaman” kata pihak RS.
“Pada akhirnya kami sekeluarga heran, apakah ibunda kami meninggal karena positif virus Covid-19 atau bukan. Sementara Jika benar positif Virus Covid-19 mengapa pihak RS dengan mudah dan segampang itu, jenazah bisa dibawa oleh keluarga pasien” ungkap H. Dade.
“Dan jika ibunda kami benar positif Covid-19, maka semua keluarga terdekat mungkin mulai dari suami dan anak-anaknya ikut tertular Virus Covid-19. Tetapi sampai saat ini semuanya negatif” ujarnya sewaktu konferensi pers ditempat kediaman di jalan Raya Siliwangi Ona Rangkasbitung, Senin (8/2/2021).
Menurut, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak, Dr. Dani Ramdani, saat dikonfirmasi menjelaskan “sesuai protokol kesehatan setiap pasien yang dirujuk ke rumah sakit akan menjalani tes rapid dan PCR”
Ketika positif atau negatif, itu dinyatakan reaktif pasien akan ditempatkan di ruangan isolasi, hingga menunggu hasil selanjutnya serta menjalani perawatan” jelas Dr. Dani saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan dalam ruangan Kadinkes Lebak Triatno Supiyono bersama Sekdis.
Masih Dr. Dani Ramdani “sesuai dengan aturan yang terjangkit positif Covid-19 jenazah tidak bisa dilihat, tapi harus langsung dimakamkan sesuai prosedur protokol kesehatan oleh tim Gugus Tugas Covid-19, tanpa ada penawaran dengan keluarga pasien, itu diurus langsung dari pihak rumah sakit, maka dari itu kami akan segera memanggil pihak manejemen RS Misi Lebak untuk meminta penjelasannya,” tegasnya.
Sementara saat dikonfirmasi Humas RS Misi, melalui pesan whatsapp Suradji menjelaskan “soal pasien silahkan mengikuti sesuai alur, dan saya sedang presentasi” jawabnya.
Penulis : M.Uki
Reporter : Busernews19.com
